| Permasalahan |
: |
Kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Namun, banyak orang masih mengabaikan perawatan gigi dan mulut, padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan seperti karies dan penyakit periodontal dapat berdampak serius pada kesehatan sistemik, terutama pada lansia yang rentan terhadap berbagai penyakit kronis. Lansia sering mengalami kehilangan gigi akibat karies yang tidak diobati atau penyakit periodontal, yang dapat mengganggu kemampuan mengunyah dan berakibat pada defisiensi nutrisi. Di Indonesia, prevalensi masalah gigi dan mulut masih tinggi, mencapai 57,6% berdasarkan Riskesdas 2018, dengan lebih dari 90% orang dewasa memiliki karies yang tidak tertangani. Selain itu, hanya sekitar 7,4% masyarakat yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan gigi, sehingga banyak kasus gangguan gigi dan mulut tidak mendapat penanganan yang memadai. Pada lansia, kondisi ini diperburuk oleh faktor lain seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan mulut, serta minimnya pemeriksaan gigi secara rutin.
Dampak dari kesehatan gigi dan mulut yang buruk tidak hanya terbatas pada rongga mulut, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan sistemik. Misalnya, penyakit periodontal yang umum terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan peradangan kronis yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Bakteri penyebab periodontitis, seperti Porphyromonas gingivalis, diketahui dapat masuk ke aliran darah dan berkontribusi terhadap aterosklerosis serta penyakit jantung koroner. Hal ini sangat relevan di Indonesia, mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, pada lansia yang tinggal di panti jompo atau memiliki kondisi kesehatan kronis, penyakit periodontal juga menjadi faktor risiko utama pneumonia aspirasi akibat bakteri yang masuk ke saluran pernapasan. Kurangnya perhatian terhadap kebersihan mulut lansia yang tidak mampu merawat diri sendiri semakin memperparah kondisi ini.
Lebih lanjut, peradangan akibat penyakit periodontal dapat memperburuk kondisi arthritis yang sering dialami lansia. Di Indonesia, banyak lansia yang menderita rheumatoid arthritis melaporkan peningkatan rasa sakit ketika mereka juga mengalami penyakit periodontal yang tidak tertangani. Selain itu, kebiasaan seperti merokok dan mengunyah sirih yang masih banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia juga meningkatkan risiko kanker mulut, yang menjadi salah satu jenis kanker umum di kalangan lansia menurut data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN). Dengan berbagai dampak negatif ini, perawatan gigi dan mulut seharusnya menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga kesehatan lansia.
Selain permasalahan rongga mulut di atas, umumnya lansia yang mempunyai masalah kesehatan umum juga mengkonsumsi berbagai obat-obatan. Salah satu efek sampingnya terhadap rongga mulut adalah mulut terasa kering karenan berkurangnya laju aliran saliva. Hal ini dampak berdampak lebih lanjut terhadap munculnya berbagai permasalahan rongga mulut seperti meningkatnya isidensi karies, kandidiasis, bau mulut, mengganggu proses pengunyahan dan mengurangi kecakatan gigi tiruan.
Kurangnya penhetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjada kesehatan gigi dan mulut, serta kurangnya akses terhadap layanan kesehatan gigi dapat memperburuk kondisi kesehatan lansia di Indonesia. Berbagai permasalah kesehatan gigi dan mulut seperti yang telah diuraikan di atas, juga dialami oleh anggota komunitas WKRI Ranting Birgitta, yang sebagian besar adalah lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan promosi kesehatan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Universitas Trisakti, khususnya Fakultas Kedokteran Gigi, dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi mengenai penyebab dan penanganan gigi berlubang, penyakit periodontal, penyebab dan faktor risiko kanker mulut, cara maenjaga kebersihan gigi dan mulut yang baik dan benar, serta memberikan pelatihan untuk membuat obat kumur rumahan. Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan lansia dapat terhindar dari berbagai komplikasi kesehatan yang disebabkan oleh gangguan gigi dan mulut, sehingga kualitas hidup mereka dapat tetap terjaga dengan baik. |